Pernahkah
kita mengalami ketika hujan deras mengguyur, kita lupa membawa payung. Lalu
kitapun berbasah kuyup kedinginan. Namun, ketika kita siapkan jas hujan, justru
panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah anda?
Atau
mungkin kita pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah
tersendat, seolah membiarkan kita terlambat. Namun, ketika kita ingin melaju
dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar kita mempercepat
langkah. Sebalkah anda? Mengapa keadaan seringkali tak bersahabat? Mereka seakan
meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut dengan “ketidakmujuran”?
Sadari
saja, itu adalah cara alam menghibur kita. itulah cara alam mengajak kita
tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan itu
muncul dari karena kita tak mencoba untuk bersahabat dengan keadaan. Kita hanya
mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak
tercapai, tak ada salahnya kita menyambutnya dengan senyum, meski serasa kecut,
tak apalah. Karena hidup ini tidak selalu berjalan mulus, karena hidup kita
tidak selamanya indah, dan karena apa yang kita harapkan tak selalu menjadi
kenyataan.
Ada
Negara yang mengupayakan segala cara untuk memperbanyak jumlah penduduknya,
namun ada Negara yang malah mengharapkan jumlah penduduknya berkurang.
Ada
suatu tempat dimana orang-orang berjuang sekuat tenaga untuk memperoleh sesuap
nasi atau segelas air, tetapi di tempat ada orang yang malah
menghambur-hamburkannya.
Ada
benda yang terlihat menarik saat dipoles sedemikian rupa, namun ada pula benda
yang justru terlihat menarik dengan apa adanya tanpa polesan.
Semua
telah ada masanya, semua telah ada takdirnya, semua telah ada ketetapannya.
Apa
yang indah itu belum tentu yang terbaik, tapi yang baik itu selalu indah.
Allah
Maha Tahu dan selalu memberikan apa kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.
Submitted
by Satrio H.Wibisono
Sumber:
MOTIVASI






